Panduan Wirausaha: Untuk yang Sedang Galau Dililit Hutang


Percakapan antara seorang Entrepreneur yg sedang galau dengan Gus Tanto Abdurrahman, semoga bisa menjadi bahan renungan kita semua…..

T : Gus.. saya pusing… masalah saya begitu banyak… orang orang sudah tidak percaya lagi sama saya… hutang banyak… istri minta cerai anak sudah tidak lagi menghargai saya… saya malu gus…saya harus bagaimana… saya ingin lari saja.. menenangkan diri dimana sebaiknya..
Gus Tanto : he he he…. hal begini saya pernah alami, saya tau persis gimana rasanya… dulupun sempat terpikir utk lari… sampai akhirnya, Allah memberikan hidayah dan maunahnya….
Saya anggap semua peristiwa buruk yang menimpa saya adalah proses pembersihan dari dosa dosa saya… yaa banyaklah… dosa riba,dan masih banyak lagi dosa lain…
Awalnya saya coba ikhtiar lalu pasrah… hasilnya… ??? gak selesai juga..
akhirnya tak balik…. pasrah total… aktifitas yg “ngemis” bantuan kemanusia yg sering kita sebut ikhtiar salah kaprah itu tidak lagi saya lakukan…
Saya gak lagi… konsultasi sana sini, saya hanya mepet Ulama yg membimbing saya… mulut saya kunci utk mengeluh sama manusia, saya kumpulkan “keluhan-keluhan” itu tiap hari lalu setelah tahajut saya tumpahkan keluhan saya ke Allah…
Saya gak lagi, mikir strategi bisnis… saya gak lagi belajar mengelak dan lari bahkan mengakali tanggung-jawab saya dgn berbagai trik dan jurus atau apapun itu namanya… krn memang hutang WAJIB dibayar…
Saya gak lagi, mengandalkan tenaga saya utk mencari solusi kesana kesini yg juga saya sebut namanya ikhtiar… karena memang itupun hanya akan saya jadikan alasan utk menjawab sang penagih hutang…
Akhirnya…. saya pasrah… pasrah total…
Saya mepeeettt ke Allah… 5 waktu jamaah.. dhuha gak pernah putus…
Sholat malem selalu saya pake buat curhat ke Allah… saya bayakin deres Qur’an… ternyata ini yg sebenarnya disebut ikhtiar…
Setelah hal ini saya lakukan ISTIQOMAH… solusi datang…. jalan selalu muncul… peluang datang dengan sendirinya…
Dan tidak perlu extra capek utk mengeksekusi akan berbuah hasil yg secara nalar jika kerja dengan fisik dan otak dalam waktu sesingkat itu tdk mungkin dapat hasil yg sebesar itu…
Akhirnya… ikhtiar saya ke langit… bukan lagi mengandalkan otak dan logika… karena memang rizky itu hal ghaib… tdk akan pernah bisa di raba dengan yg serba indra… hanya dengan kejernihan dan ketenangan hati saja…
AKHIRNYA aktifitas fisik kerja yg saya lakukan saya niatkan bukan lagi untuk hasil, tapi dalam rangka mensyukuri nikmat sdh diberi anggota badan yg lengkap, dan saya niatkan “SETOR” keringat ke Allah…
terserah Allah setoran keringat saya mau “dihargai” dgn bentuk rizky seperti apa…
KUNCINYA…
Jangan pernah ngelawan takdir Allah…
Kondisi apapun saat ini yakinkan bahwa itu adalah kondisi terbaik buat kita menurut Allah…
Gak ada kata TAPI dalam menjalankan takdir Allah… mau enak ayooo… mau menderita ayooo…. mau banyak masalah ayooo…. Apapun kondisinya jangan pernah ada perlawanan terhadap takdir Allah…
T: kog gitu gus…
Tapi gus masalah saya… hutang saya… istri saya…
Gus Tanto: Yah emang gitu, emang kalo banyak masalah kenapa, emang klo banyak utang kenapa… , emang kalo istri minta cerai kenapa.. emang kalau anak gak lagi percaya kenapa… ya biarin aja.. lha wong itu kehendak Allah… bukankah smua hal dimuka bumi in terjadi atas kehendak dan izin Allah… ya sudah di adepin… anteeeeeeeeeeeeeeeeeeeng…. diadepin jangan lari…
Saya: tapi gus…
Gus Tanto: stttttttttttttttt……… sudah… gak usah nglawan takdir Allah….
Dijalanin saja, gak usah protes… itu cara Allah memuliaknmu jika memang Allah satu satunya tujuanmu…
Saya: Subhanallah…. iya gus iya…
Gus Tanto: Subhanallah saja belum cukup…. klo hati sudah bisa ngomong terucap lewat mulut, karena paham betul bahwa takdir Allah sedang berjalan…
Harusnya yang terucap:
Alhamdulillah… Akhirnya saya ngrasain juga punya utang banyak… resikonya paling di omelin deptcolector, dan setau saya gak ada cerita di omelin deptcolektor trus mati gitu gak ada cerita…
Alhamdulillah… Akhirnya saya ngrasain juga di hinakan orang… jadi begini rasanya dihina orang… gini rasanya gak punya harga diri… Alhamdulillah Yah…
Alhamdulillah… akhirnya ngrasain digugat cerai ama istri… yah sudah apa adanya kita sampaikan klo tidak bisa menerima kondisi kita yah sudah, mau cerai sekarang mau nanti sama saja… krn pada dasarnya istrinya tdk mau menerima kondisi kesusahan,…
Saya: Tapi gus… beraaaaaaaaatt
Gus Tanto: stttttttttttt jangan nglawan takdir Allah… saya gak pernah bilang kalau ini ringan… memang mendekatkan diri dan berjuang menjadi kekasih Allah itu bukan hal yg mudah… perlu perjuangan, perlu pengorbanan… dan yang paling berat adalah MENGORBANKAN SMUA HAL YG BERHUBUNGAN DENGAN NAFSU DAN KEINGINAN KITA… jadi ah sudah lahhhh…… itu pilihan… , mau dengan cara ini silahkan kalau ada cara lain menyelesaikan masalahmu dengan tuntas selain ke Allah, nanti tlg kasih tau saya… saya ingin tau juga….

Gus Tanto (Tanto Abdurrahman) adalah seorang entrepreneur, Ustadz, pembimbing Spiritual, bertempat tinggal di Jogja.
Silahkan ke FB : Gus Tanto (Tanto Abdurrahman)

What De Bono's says about the school...? (Apa pendapat De Bono tentang Sekolah)

What De Bono's says about the school...? (Apa pendapat De Bono tentang Sekolah)

Di sekolah setiap hari anak2 kita di ajari untuk MENGHAPAL data dan fakta bahkan di ujianpun mereka hanya sekedar memuntahkan kembali data-data dan fakta yg dihapalkan nya.  Semua rumus ilmu eksakta sekalipun merupakah HAPALAN YANG DILATIHKAN DAN LATIHAN UNTUK DI HAPALKAN.

Anak-anak yg dulu saat bersekolah mau melakukannya dan berhasil melakukannya akan di katakan sebagai anak PINTAR atau JUARA.  Sementara anak yg menolak untuk MENGHAPAL DATA DAN FAKTA INI akan di kelompokan sebagai anak GAGAL DAN BODOH.

Sementara saat berada dikehidupan nyata anak-anak kita akan di tuntut agar selalu mampu BERPIKIR, MENGANALISIS data dan fakta yg ada MENGGUNAKAN LOGIKA MEREKA untuk MENGOLAHNYA MENJADI STRATEGI DAN SOLUSI BAGI SETIAP MASALAH YG DI HADAPI, BAIK DI PERUSAHAAN ATAUPUN DIRUMAH.

Anak2 yg dulu MENOLAK UNTUK MENGHAPAL rata-rata adalah anak yg secara alamiah selalu  melakukan proses BERPIKIR LOGIKA (yg didalam kepala mereka selalu muncul pertanyaan2 seperti; mengapa aku harus melakukan ini?, untuk apa dan siapa..? apakah ada manfaatnya bagiku? dsb), sementara anak2 yg dulunya mau di minta untuk MENGHAPAL rata-rata akan segera kehilangan KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIKA DAN ANALISIS dalam kepalanya.

Itulah mengapa sering sekali terjadi Anak-anak yg dulu di anggap JUARA dan PINTAR disekolah justru menjadi orang-orang yg KURANG SUKSES DIKEHIDUPAN dan anak-anak yg di anggap GAGAL DISEKOLAH justru banyak yg SUKSES DAN MEMIMPIN DI KEHIDUPAN.

Fenomena yg jauh lebih menarik lagi adalah bahwa Anak-anak yg dulunya pintar di sekolah justru banyak menjadi para pekerja, karyawan hingga staff akhli  dari anak2 yg dulunya gagal di sekolah.

Itulah realita yg harus di ubah dari sekolah2 yg ada di negeri kita dan hampir seluruh dunia.

- Edward De Bono-
Konsultan Bisnis dan Bapak Berpikir Kreatif dari Kanada.
(Edward De Bono pernah di minta oleh Otoritas Pemerintah Kanada untuk melakukan penelitian mengenai sistem sekolah yg ada di Kanada dan Seluruh Dunia, untuk memberikan solusi kreatif terhadap permasalahan sistem pendidikan yg ada di Kanada.)

Sumber: Ayah Edy Parenting

SELALU ANTARA ENGKAU DAN TUHAN


Lalu Mengapa Kita Merasa Tidak Jenius?


Ya, Kita merasa tidak jenius karena kita seringkali beranggapan bahwa orang lain lebih hebat dari kita. Mereka dapat mengerjakan soal-soal  matematika lebih cepat dari kita. Mereka dapat mengerjakan soal yang jauh lebih sulit dari kita. Mereka dapat menghafal banyak deret angka sedangkan kita TIDAK.

Lalu pernahkah kita bertanya mengapa mereka bisa sedangkan kita tidak? Apakah strategi belajar kita sudah sama dengan mereka? Apakah lingkungan kita berbeda dengan mereka?

Ternyata memang tidak sama. Mereka ternyata mempunyai cara hidup yang lebih bisa melatih otaknya sehingga kecerdasannya mencapai titik yang optimal. Intinya, kita sebenarnya mempunyai potensi ke-Genius-an yang sama hanya saja kita belum menggunakan potensi itu. Right?

Lagi-lagi saya mengajak Anda untuk menyimak satu cerita menarik yang saya nukil dari pengalaman seorang Therapist/Konsultan Pengembangan Diri dan Insya Allah sangat bermanfaat buat Anda. Begini ceritanya.

Beberapa waktu yang lalu, saya diminta membantu anak SMA kelas 1, sebut saja Faris. Yang menurut orang tua dan sekolahnya adalah anak bermasalah. Saat pertama kali bertemu, Faris datang bersama ayahnya. Lebih tepatnya, ayah Faris membawa anaknya bertemu saya. setelah ngobrol santai beberapa saat, saya melihat apa yang sebenarnya menjadi duduk persoalan.

Yang pertama, Faris tidak mempunyai figur yang bisa menjadi idola atau panutan hidupnya sehingga ia sama sekali tidak tahu mau menjadi seperti siapa. Kedua, Faris memandang dirinya sebagai anak yang bermasalah dan gagal di sekolah karena orangtua dan sekolah menilai dirinya seperti itu. Ketiga, Faris tidak tahu apa gunanya ia sekolah. Ia tidak tahu tujuan hidupnya.

Seperti kebanyakan anak muda, penampilan Faris agak berantakan. Telinganya ditindik, baju yang dipakainya saat itu jauh dari rapi dan celana panjangnya adalah celana jean yang dibagian paha depan, kiri dan kanan, robek. Selain itu Faris datang dengan menggunakan sandal. Setelah selesai berdiskusi saya meminta Faris, untuk sesi konseling berikutnya, datang sendiri namun dengan satu syarat. Saya minta ia untuk merubah penampilannya. Bila ia tidak mau maka saya tidak akan memberikan waktu saya. Saya minta Faris untuk berpakaian rapi, pakai celana dari bahan kain bukan jean, tidak boleh ada tindik di telinganya, pakai jam tangan, ada pen di kantong bajunya, dan harus pakai sepatu.

Mengapa saya ‘memaksa’ Faris untuk melakukan hal ini? Saya ingin mengetahui seberapa besar keinginannya untuk berubah. Apakah ia bersedia membayar harga untuk itu? Apakah ia bersedia keluar dari zona kenyamanannya? Hal paling penting adalah saya ingin mengubah cara ia memandang dirinya. Dari no-body menjadi some-body. Langkah paling mudah sebelum saya membantu Faris dari dalam (mental) adalah dengan mengubah penampilan luarnya. Ini ada hubungannya dengan citra diri. Dan ini adalah bagian dari terapi yang akan saya lakukan.

Benar, saat pertemuan kedua, Faris datang sendiri dengan penampilannya yang berubah total. Saya memuji perubahan dirinya. Setelah aspek luarnya di-obok-obok, kini saya masuk ke aspek mentalnya. Sejak dari awal saya telah memandang dirinya sebagai seorang pemenang. Saya menyampaikan hal ini secara terbuka. Saya tahu ia tidak atau belum percaya pada dirinya. Dan saya juga tahu bahwa saya bisa membuat ia percaya apa yang saya katakan. Mengapa? Ingat prinsip kerja pikiran bawah sadar. Saya tahu Faris memandang saya sebagai orang yang memiliki otoritas. Jadi apa yang saya lakukan? Saya memanfaatkan pengetahuan saya tentang cara kerja pikiran, masuk ke pikiran bawah sadarnya, dan menanam bibit-bibit pikiran positif.

Faris lalu menunjukkan rapor sisipan yang baru ia terima. Hasilnya? Luar biasa. Gurunya ternyata kehabisan tinta biru sehingga ‘terpaksa’ menulis nilai ujiannya dengan tinta merah. Setelah saya amati, saya menemukan satu hal menarik. Meskipun hampir semua nilainya ‘kebakaran’ namun ada dua nilai dari dua bidang studi yang pernah mendapatkan nilai sangat tinggi, yaitu Fisika 98 dan Sosiologi 93.

Saya lalu bertanya, “Faris, jawab jujur! Nilai Fisika dan Sosiologi ini apakah benar-benar nilai yang kamu capai sendiri atau kamu nyontek?”. “Saya capai sendiri, Pak”, jawab Faris tegas. Saya tahu bahwa ini jawaban jujur dengan membaca bahasa tubuhnya.

 “Ok! Kalau begitu, jawaban kamu membenarkan keyakinan saya terhadap dirimu. Saya tahu kamu anak cerdas dan mampu. Nilai merah dirapormu itu sebenarnya bukan karena kamu tidak mampu tapi karena kamu tidak belajar. Benar seperti itu?”, Tanya saya lagi. “Benar Pak!”, jawab Faris sambil menundukkan kepala. “Faris, kalau bicara dengan saya, saya mau kamu bicara dengan kepala tegak dan menatap mata saya”, perintah saya. “Kamu tidak mau belajar karena kamu merasa bahwa sekolah sebenarnya tidak ada gunanya bagi kamu. Apa benar seperti itu pemikiranmu?”, kejar saya lagi. “Benar Pak!”, jawab Faris sambil menatap saya.

Faris selanjutnya bercerita bahwa ia telah diskors selama I minggu dan akan dikeluarkan oleh sekolah. Ia ingin pindah ke sekolah lain dan ia berjanji akan berubah bila ia telah pindah sekolah. Mendengar cerita ini saya lalu berkata, “Faris, kalau kamu mau belajar dari saya, maka yang pertama harus kamu mengerti adalah kita harus melakukan segala sesuatu dengan alasan yang benar dan dengan bangga. Jangan mau dikeluarkan. Ini sungguh memalukan. Kalau kamu dikeluarkan maka hal ini sama dengan kamu diusir karena kamu dianggap sebagai pesakitan atau criminal. Apalagi dengan nilai yang jelek. Kalau mau, kamu yang memutuskan keluar dari sekolahmu. Tapi nanti setelah naik kelas 2. Kamu pindah sekolah tapi dengan nilai rapor yang tinggi, kalau perlu kamu masuk 5 besar di kelasmu. Saat itu sekolahmu akan memohon-mohon kamu untuk tidak pindah karena akan kehilangan murid cerdas. Nah, kalau kamu pindah saat itu, kamu pindah atau keluar dengan bangga dan gagah. Kamu mengerti hal ini?”. “Ya Pak”, jawab Faris.

Selanjutnya saya berkata, “ Faris, saya melihat dirimu seperti burung elang yang mampu terbang sangat tinggi. Kamu bukan ayam. Ayam matinya karena dipotong. Elang matinya karena usia tua setelah terbang tinggi menjelajahi dunia. Kamu adalah elang, bukan ayam. Jangan pernah mau menjadi seekor ayam. Saya bersedia membantu kamu karena saya melihat kamu sebagai seekor elang. Saya hanya mau melatih elang. Saya tidak pernah mau repot dengan ayam. Tahu mengapa? Karena ayam memang nggak bisa terbang tinggi… hehe.  Kalau selama ini sekolah, guru, dan kepala sekolahmu memandang kamu seperti ayam, ini karena mereka tidak tahu siapa dirimu yang sesungguhnya. Mari kita buktikan pada mereka siapa kamu sesungguhnya. Kamu adalah seekor elang. Masuk 5 besar di kelasmu itu sangat mudah. Kamu punya kemampuan untuk itu.”

Saya melihat ia agak bingung setelah mendengar cerita saya. Jelas-jelas Faris itu manusia koq dibilang seekor elang… ^_^ (sebuah analogi, sahabat…)

Kemudian Faris berkata, “Jujur Pak, baru kali ini ada orang yang bicara seperti ini pada saya. biasanya saya hanya ditegur, dimarahi, dihukum, dan dikucilkan karena dianggap anak nakal dan membuat masalah untuk sekolah. Guru BP saya tidak pernah bicara seperti ini pada saya.”

Setelah cukup dengan ‘programming’ saya lalu memberikan gambaran akan masa depan yang bisa ia capai. Kemungkinan-kemungkinan yang bisa ia pilih dalam hidupnya. Saat itu ia mulai terlihat semangat. Ia mulai bisa melihat hubungan antara sekolah dan masa depan.

Setelah saya membantu Faris menyusun goal atau target pembelajaran. Berapa nilai yang akan dicapai untuk tiap mata pelajaran. Mengapa ia perlu mencapai target itu. Mengapa ia bisa mencapainya. Bagaimana ia mengatur dirinya dengan lebih baik sehingga waktu yang ada dapat digunakan secara efektif dan efisien.

Saya lalu menjelaskan bahwa semua bidang studi yang diajarkan di sekolah sebenarnya masuk dalam 4 kategori yaitu kategori bahasa, konsep, kombinasi, dan hapalan. Yang masuk kategori bahasa misalnya pelajaran bahasa Indonesia dan Inggris. Kategori Konsep contohnya Matematika. Kategori Kombinasi contohnya, Fisika, Kimia, Akuntansi. Hapalan contohnya, Biologi, Sosiologi, dan Sejarah. Setiap kategori menuntut strategi belajar yang berbeda. Saya lalu mengajarkan cara belajar yang benar untuk masing-masing kategori.

Setelah itu saya mengajarkan strategi untuk mengerjakan ujian. Mengapa? Karena setiap tipe soal menuntut cara mengerjakan yang berbeda. Misalnya tes multiple choice, essai, menjawab singkat atau melengkapi, soal cerita dan lain-lain.

Faris berkata, “Sekolah saya nggak pernah mengajarkan seperti yang Bapak ajarkan pada saya. Saya baru tahu kalau setiap mata pelajaran menuntut strategi belajar yang berbeda.”

Faris pun pulang dengan antusiasme baru. Ia berjanji akan memberikan laporan mengenai hasil ujian yang ia capai. Dari guru les-nya saya mendapat kabar bahwa Faris telah berubah. Sikap, semangat dan cara pandangnya terhadap dirinya telah berubah. Ia lebih focus.

Apa itu GENIUS?

Apa itu GENIUS?
            Mengawali  tulisan ini, saya akan tunjukkan kepada Anda apa sih sebenarnya GENIUS itu? Kok bisa yah, yang  nilai matematikanya JEBLOK boleh ngaku-ngaku sebagai orang GENIUS? Dalam setiap kesempatan training saya sering kali menyampaikan kepada para peserta, “ANDA ini fitrahnya adalah GENIUS, adapun Anda hari ini tidak merasa jenius ya itu masalahnya! Anda tidak mau mensyukuri dan menerima fitrah tersebut!” J
            So, sadarilah bahwa Anda sesungguhnya dilahirkan sudah dalam keadaan jenius. Sebagaimana firman Allah dalam QS. At Tiin ayat 4:

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya .”

            Setelah Anda menyadarinya, terimalah ini sebagai fitrah yang kemudian Anda gali, Anda Asah, Anda kembangkan hingga akhirnya Anda Expert atau Ahli dibidang yang telah Anda gali, asah dan kembangkan tersebut.  
Ironisnya, banyak dari anak-anak mulai dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi (Siswa hingga Mahasiswa) menganggap dirinya adalah ‘makhluk’ yang biasa-biasa saja. Merasa mengaku dengan keadaannya yang seperti ini, merasa tidak memiliki kelebihan ini dan itu. Jadi serasa tidak layak menyandang label ‘genius’.

Sahabat Pembelajar yang luar biasa…
            Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Jenius (genius) didefinisikan sebagai berkemampuan (berbakat) luar biasa dalam berpikir dan mencipta.
 Sementara dalam Wikipedia adalah istilah untuk menyebut seseorang dengan kapasitas mental di atas rata-rata di bidang intelektual, terutama yang ditunjukkan dalam hasil kerja yang kreatif dan orisinal. Seorang yang genius selalu menunjukkan individualitas dan imajinasi yang kuat, tidak hanya cerdas, tapi juga unik dan inovatif.
Dan jika para jenius dunia ditanya tentang apa arti jenius menurut dirinya, maka beginilah komentar mereka:
1.   Albert Einstein (Jenius dalam bidang Fisika Quantum). Jenius adalah apabila kita selalu menggunakan otak kita untuk berpikir menciptakan sesuatu yang belum pernah diciptakan oleh orang lain di dunia ini.
2.  Thomas Alfa Edison (Jenius dalam bidang Mekanika ElektrAdamka dengan 1.000 temuan yang dipatenkan). Jenius adalah 1 % Ide dan 99 % kerja keras.
3.  Steven Spielberg (Jenius dalam bidang Sinematografi, Pencipta film-film Box Office). Jenius adalah apabila Anda melakukan aktivitas yang Anda sukai dengan sepenuh jiwa.
4.     Tiger Woods (Jenius Golf Hale in One). Jenius adalah “To Love My Play”, menikmati permainanku.
5. Leonardo Da Vinci (Jenius dalam bidang Biologi, Anatomi, Astronomi, Chemist, Pengobatan, Seni Lukis, Seni Ukir, Pahat Logam, Arsitek Kota, Atlet Penunggang Kuda hingga memasak). Jenius adalah “Falling in Love with Science”.
6.   Sir Winston Churchil (Jenius bidang Leadership dan Strategi Perang). Jenius adalah tidak mengenal kata menyerah.
7.    Prof. Howard Gardner (Pakar Pendidikan dan Psikologi Harvard). Jenius adalah potensi bawaan lahir yang dimiliki oleh setiap anak, yang berhasil digali dan dikembangkan sampai tingkat maksimal oleh orang tua dan lingkungannya.
8.   Todd Siler, Kejeniusan adalah berpikir dalam cara yang belum pernah dilakukan orang. Orang jenius mampu melihat sesuatu yang luput dari penglihatan orang lain. Mereka melihat kemungkinan di antara ketidakmungkinan. Mereka bisa menjabarkan paket-paket pengetahuan yang diterimanya  dalam cara baru dan produktif.
9.  Ghaling Achmad (Penggagas Genius Revolution). Jenius adalah Apabila Anda menjadi ahli dalam satu bidang tertentu.

            Seringkali  saya bertanya tentang apa arti jenius kepada seluruh para peserta, dan hampir 99% menjawab, bahwa JENIUS adalah seseorang yang ber-IQ sangat cerdas sekitar 170 lebih. Jenius itu seseorang yang memiliki kemampuan menghitung dengan kecepatan dan ketepatan seperti kalkulator juga memiliki kekuatan daya ingat yang kuat. Ada juga yang berpikir bahwa JENIUS itu adalah apabila berhasil menguasai semua mata pelajaran di sekolah dengan nilai bagus.
            Dan ketika saya bertanya lagi, siapa sosok jenius yang Anda kenal di dunia ini? Spontan dan sangat antusias para peserta menjawab, “Albert Einsten!” saya katakan, “tepat sekali!, sekarang mohon beri saya alasan mengapa Anda menjawab AE sebagai sosok jenius di dunia ini.” Dengan argumentasinya yang panjang lebar seorang peserta berusaha memenuhi permintaan saya, lagi-lagi saya beri ucapan “Tepat sekali! Seratus buat Anda.” J
            Kemudian, saya pun bertanya lagi. “Kalau jenius itu adalah seseorang yang ber-IQ diatas 170 dan memiliki kemampuan menghitung, menghapal dengan cepat, apakah Anda masih tetap dengan jawaban Anda bahwa Albert Einstein adalah sosok Jenius? Padahal banyak lho yang IQ-nya diatas Einstein…” Hayooo jawab… J

Bersambung...

10 Kekuatan Manusia


“He who stops being better stops being good. – Siapa yang tidak menjadi lebih baik berarti ia berhenti menjadi baik.” Oliver Cromwell, Politikus Inggris (1599-1658)

Tak cukup hanya menjadi baik, karena kita harus berusaha untuk selalu lebih baik dari sebelumnya. Terus belajar dan segera menjalankan langkah-langkah perbaikan adalah cara untuk selalu lebih baik. Belajar tak harus selalu dari bangku sekolah elit atau buku-buku mahal, melainkan belajar dari kehidupan sehari-hari, pengalaman diri sendiri maupun orang lain, dan lain sebagainya.

Saya senang belajar dari buku, entah buku kuno ataupun terbitan baru, karena dari sanalah saya memetik banyak pelajaran hidup berharga. Salah satu falsafah hidup yang memperluas wawasan hidup saya adalah catatan surat-surat, konon ditulis oleh Zhuge Liang (181-234) untuk anaknya. Zhuge Liang adalah seorang pakar perang dan kemiliteran ternama pada masa San Guo (Sam Kok) di jaman Tiongkok Purba.
Zhuge Liang alias Kong Ming gemar membaca, dan menguasai bermacam ilmu pengetahuan diantaranya ilmu geologi, sejarah, sampai strategi perang. Di usia 27 tahun ia diangkat Raja Shu (Liu Bei) sebagai penasehat kerajaan. Selama menjadi penasehat, Zhuge Liang pernah menulis sebuah surat kepada anaknya. Isi surat yang ditulis 1.800 tahun yang lalu itu sarat dengan dengan kebijakan yang tak lekang oleh waktu dan perubahan, diantaranya berisi tentang 10 kekuatan manusia, yaitu;
Kekuatan Keheningan
Keheningan membantu kita menenangkan diri untuk menjernihkan pikiran. Ia menjelaskan bahwa suasana hening membantu kita melakukan introspeksi diri, mengevaluasi segala tindakan, dan menumbuhkan tekad untuk memperbaiki diri. Ia juga menegaskan bahwa kunci keberhasilan dalam belajar adalah keheningan, sebab dalam keheningan kita dapat menelusuri apa sebenarnya visi dan misi hidup kita.

Kekuatan Hidup Hemat
Zhuge Liang memberikan petunjuk bahwa hidup bersahaja akan menyelamatkan diri kita agar tidak diperbudak oleh materi. Hidup sederhana menurut sang penasehat ini membentuk diri kita menjadi manusia yang lebih bermoral. Jangan terseret dalam pola hidup boros, sebab pola hidup boros suatu saat dapat mengubur kita kedalam tumpukan hutang dan puing-puing kehancuran.

Kekuatan Membuat Perencanaan
Dalam surat-surat itu Zhuge Liang menegaskan tentang pentingnya merencanakan hidup. Fail to plan means plan to fail – Gagal merencanakan berarti merencanakan untuk gagal. Dengan melakukan perencanaan yang baik, maka kita akan dapat menempatkan prioritas dengan baik pula. Sebaliknya, tanpa perencanaan yang baik akan selalu membuat kita gagal menyelesaikan apapun yang kita kerjakan.

Kekuatan Belajar
Zhuge Liang dalam suratnya menyebutkan bahwa keheningan memaksimalkan pencapaian hasil dari tujuan belajar. Ia meyakini bahwa kemampuan manusia bukan berasal dari pembawaan sejak lahir, melainkan merupakan hasil dari proses pembelajaran yang dilakukan dengan konsisten. Oleh sebab itu ia menyarankan agar kita tak pernah berhenti belajar sampai kapanpun. Sementara dalam proses pembelajaran, kerendahan hati akan sangat membantu kita menyerap dengan mudah ilmu pengetahuan yang dibutuhkan.

Kekuatan Nilai Tambah
Nasehatnya ini menekankan kita agar lebih banyak memberi, karena hal itu akan membuat kita lebih banyak menerima. Oleh sebab itu kita harus berusaha untuk selalu memberikan yang terbaik untuk orang lain, diantaranya kepada keluarga, kerabat, teman, konsumen, mitra bisnis, dan lain sebagainya. Bila kita mampu memberikan sesuatu yang ekstra atau nilai tambah terhadap apa yang dibutuhkan orang lain, tentu saja mereka akan senang, merasa tersanjung dan terpesona. Tak heran jika selanjutnya mereka ingin selalu menjalin hubungan yang menguntungkan bagi Anda.

Kekuatan Kecepatan
Beliau menesehat anaknya agar tidak menunda-nunda pekerjaan karena penundaan artinya menghambat usaha kita mencapai visi dan misi secepat mungkin. Ia menandaskan agar kita menjalankan segala sesuatu dengan efektif dan efisien waktu. Dalam hal ini sangat dibutuhkan kemampuan memanajemen waktu. Jika perlu, satu hal dilakukan bersama-sama dengan tim agar lebih cepat terselesaikan, “Alone we can do so little; together we can do so much. – Sendiri kita menyelesaikan sedikit pekerjaan; bersama kita kerjakan sangat banyak pekerjaan,” kata Hellen Keller.

Kekuatan Karakter
Zhuge Liang menasehati anaknya agar membiasakan diri tidak bersikap tergesa-gesa, sebab segala sesuatu memerlukan proses. Kehati-hatian dalam bersikap dapat membentuk sebuah karakter yang utuh. Dalam pepatah bangsa Tionghoa dikatakan, “Diperlukan waktu hanya sepuluh tahun untuk menanam dan memelihara sebatang pohon, tapi memerlukan waktu paling sedikit 100 tahun untuk membentuk sebuah watak yang utuh.”

Kekuatan Waktu
Dalam suratnya Zhuge Liang menginginkan anaknya menghargai waktu. Sebab waktu berlalu sangat cepat, tak jarang ikut mengikis semangat dan cita-cita kita. Oleh sebab itu manajemen waktu dengan baik, jangan pernah menyia-nyiakan waktu dengan melakukan aktifitas yang kurang bermanfaat.

Kekuatan Imaginasi 
Zhuge Liang memberikan nasehat supaya kita berpikir jauh ke depan, agar kita tidak tertinggal oleh jaman yang terus berkembang. Imajinasi tentang masa depan dikatakannya lebih kuat dari pengetahuan. Hal ini juga pernah diucapkan oleh Albert Einstein, “Imagination is everything. It is the preview of life’s coming attractions. – Imajinasi adalah segalanya. Imajinasi adalah penarik realitas yang akan datang.”

Kekuatan Kesederhaan
Sang penasehat ini mencontohkan kekuatan kesederhanaan dalam setiap surat-suratnya yang singkat dan mudah dimengerti tetapi sarat tuntunan hidup positif. Tidak ada teori atau tuntunan hidup yang muluk-muluk, melainkan kebijaksanaan hidup yang sederhana. Begitupun jika kita ingin menghasilkan prestasi hidup yang luar biasa, tak perlu menggunakan teori yang rumit. Sekalipun tindakan atau langkah-langkah yang kita lakukan sederhana tetapi jika dilakukan dengan konsisten maka kita akan mudah meraih visi dan misi. “Success is the sum of small efforts, repeated day in and day out. – Sukses merupakan kumpulan dari tindakan-tindakan sederhana, diulang terus setiap hari.” Kata Robert Collier, penulis buku terlaris.

Itulah beberapa inti pesan dalam surat-surat Zhuge Liang, yang ditujukan untuk anaknya agar ia mampu berpikir, bersikap dan bertindak lebih baik dari hari ke hari. Kita dapat menyerap pemikirannya untuk menjadi yang terbaik. Jika kita berhasil melakukan yang terbaik artinya kita akan semakin dekat dengan kehidupan yang kita inginkan, kehidupan yang indah.

Menerima dan Mengubah Kegagalan Menjadi Peluang Emas


“Success is the proper utilization of failure.” Unknown
Kegagalan merupakan bagian proses dari proses kehidupan yang tidak dapat kita hindari. Kita akan kehilangan lebih banyak energi ketika mencoba lari dari kenyataan telah mengalami kegagalan. Menerima kegagalan dan mencari hikmah atau peluang emas di balik kegagalan ini akan jauh lebih baik. Setidaknya ada 7 alasan mengapa kita sebaiknya menerima kegagalan :

1. Kegagalan memberi kita kesadaran telah melakukan kesalahan. Dari kesalahan itulah kita dapat memperoleh pengalaman emosional serta lebih banyak ilmu untuk melakukan terobosan-terobosan revolusioner atau menciptakan ladang usaha yang potensial.
2. Kegagalan membuat kita lebih kuat. Pada awal mengalami kegagalan memang keadaan kita menjadi berantakan. Tetapi situasi tersebut dapat kita jadikan motivasi untuk tumbuh lebih kuat dari sebelumnya. Itulah mengapa kegagalan dapat memperkokoh karakter seseorang.
3. Kegagalan menginspirasi dan membakar semangat kita. Jadikanlah kegagalan sebagai bahan bakar untuk lebih fokus dan bekerja lebih keras dari sebelumnya. Michael Jordan pernah dikeluarkan dari tim basket di sekolahnya. “It was good because it made me know what disappointment felt like. And I knew that I didn’t want to have that feeling ever again.– Itu bagus karena membuat saya merasakan bagaimana rasanya kecewa, dan saya tak ingin merasakan hal yang sama (kekecewaan),” katanya pada Chicago Tribune. Hal inilah yang menyebabkan etos kerjanya tinggi, sehingga mengangkat reputasinya menjadi pebasket legendaris di dunia.
4. Kegagalan menjadikan sikap seseorang menjadi lebih lembut dan berempati kepada sesama. Ada seorang selebritis bernama Terry Fox, pada tahun 1980 ia mendonasikan uang USD 1 juta untuk penelitian kanker. Uang tersebut ia kumpulkan dari honor olah raga lari sejauh 3.339 mil, sebelum akhirnya ia meninggal dunia karena kanker.
5. Kegagalan membangun keberanian. Jika Anda mampu melihat kegagalan sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan, maka Anda akan mampu menerima segala kemungkinan dan dengan mudah Anda berani mengambil resiko lebih banyak.
6. Kegagalan merupakan salah satu jalan yang akan membawa kita pada kesempatan atau peluang yang lebih bagus. Ada seorang mantan pegawai yang telah di-PHK 10 kali selama bekerja 12 tahun. Kegagalan tersebut telah membuatnya menguasai ilmu untuk bertahan dari bermacam tantangan dan kepekaannya semakin tinggi sehinga ia pintar mengantisipasi jika keadaan memburuk. Kemampuan itulah yang membuatnya diterima di sebuah perusahaan lain yang lebih besar dan ia mencapai karir yang jauh lebih baik dari sebelumnya.
7. Kegagalan menjadikan kesuksesan yang tercapai terasa lebih manis. Kita cenderung lebih menghargai sebuah kemenangan setelah mencicipi kekalahan.
Sebenarnya masih banyak lagi manfaat yang dapat kita capai dengan menerima kegagalan sebagai bagian penting dari proses kehidupan. Kegagalan dapat kita ubah menjadi peluang baru yang lebih potensial dan tak pernah terpikirkan sebelumnya. Lalu langkah apa saja yang dapat kita lakukan agar kegagalan itu menjadi peluang emas?
1. Pertama adalah menerima kegagalan, tetapi menolak menyerah dengan tetap memelihara semangat juang. Lalu bergegas mengidentifikasi kesalahan, dan menganalisa penyebabnya.
2. Ketika Anda berhasil mengidentifikasi kesalahan dan penyebabnya, maka segeralah lakukan perbaikan. Jika diperlukan kembangkanlah sistim baru agar kesalahan serupa tidak terulang kembali. Belajarlah dari kesalahan dan tidak mengulanginya lagi. Einstein mengatakan, “Insanity is doing the same thing over & over again & expecting different result. – Suatu kebodohan jika kita melakukan hal yang sama berulang-ulang tetapi kita menginginkan hasil yang berbeda.”
3. Segera melakukan tindakan dan menjadikan setiap situasi sebagai kesempatan kedua yang potensial. Tindakan cepat akan sangat membantu Anda menghindari kerugian yang lebih besar.
4. Fokuslah pada hasil dan tetaplah bersemangat, dan jangan lagi menengok ke belakang atau surut langkah karena kendala yang akan menghadang.
5. Berani mengambil resiko, dan menganggapnya sebagai bagian dari ekplorasi. Keberanian mengambil resiko memungkinkan Anda untuk terus berkembang.
6. Yang terakhir adalah menikmati setiap proses yang dialami, entah senang, sedih, menemui kemudahan atau kesulitan, mendapati situasi memburuk atau membaik dan lain sebagainya. Ketika kita benar-benar berhasil mewujudkan impian kedalam kenyataan, tentu itu akan menjadi saat yang paling membahagiakan dari serangkaian proses yang Anda jalani.
Sebenarnya realitas hidup ini sangat menarik, karena disaat gagal sekalipun ternyata masih ada peluang emas. Oleh sebab itu, pandanglah setiap halangan, tantangan, kesedihan, kesulitan ataupun penolakan sebagai sebuah kesempatan untuk menciptakan peluang emas yang baru. Itulah sikap yang harus kita kembangkan agar Anda dapat dengan mudah bangkit dari kegagalan dan memungkinkan kita semua menikmati kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidup ini.

*Diadaptasi dari Tulisan Andrew Ho, beliau adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku bestseller.

Apa Gaya Belajar Itu?


Belajar di bidang formal tidak selalu menyenangkan. Apalagi jika Anda harus belajar dengan terpaksa . Misalnya, Anda harus belajar karena itulah satu-satunya cara untuk lulus, mendapat nilai bagus dan terbaik.


Menghadapi keterpaksaan untuk belajar jelas bukan hal yang menyenangkan. Tidak akan mudah bagi seseorang untuk berkonsentrasi belajar jika ia merasa terpaksa. Oleh karena itu, Anda perlu mencari jalan bagaimana agar belajar menjadi hal yang menyenangkan, atau .... walaupun tetap terpaksa, tapi dapat menjadi lebih mudah dan efektif.


Para ahli di bidang pendidikan mencoba mengembangkan teori mengenai gaya belajar sebagai cara untuk mencari jalan agar belajar menjadi hal yang mudah dan menyenangkan. Sebagaimana kita ketahui, belajar membutuhkan konsentrasi. Situasi dan kondisi untuk berkonsentrasi sangat berhubungan dengan gaya belajar Anda. Jika Anda mengenali gaya belajar Anda, maka Anda dapat mengelola pada kondisi apa, dimana, kapan dan bagaimana Anda dapat memaksimalkan belajar Anda. Apa gaya belajar itu?



GAYA BELAJAR
cara yang cenderung dipilih seseorang untuk menerima informasi dari lingkungan dan memproses informasi tersebut
wpe1C.jpg (875 bytes)
Atau
cara yang cenderung dipilih seseorang untuk menerima informasi dari lingkungan dan memproses informasi tersebut


Gaya belajar setiap orang dipengaruhi oleh faktor alamiah (pembawaan) dan faktor lingkungan Jadi ada hal-hal tertentu yang tidak dapat diubah dalam diri seseorang bahkan dengan latihan sekalipun. Tetapi ada juga hal-hal yang dapat dilatihkan dan disesuaikan dengan lingkungan yang terkadang justru tidak dapat diubah.


Mengenali gaya belajar sendiri, belum tentu membuat Anda menjadi lebih pandai. Tapi dengan mengenali gaya belajar, Anda akan dapat menentukan cara belajar yang lebih efektif. Anda tahu bagaimana memanfaatkan kemampuan belajar secara maksimal, sehingga hasil belajar Anda dapat optimal.

Nantikan Tulisan Selanjutnya :-)

SEMINAR MOTIVASI & TEKNIK BELAJAR BERKESAN



SEMINAR MOTIVASI & TEKNIK BELAJAR BERKESAN
“ Anak Akan Semakin Bersemangat, Sholih dan Cinta Belajar”

Tahukah Anda apa langkah pertama agar anak Anda menjadi pelajar berprestasi?
Apakah Anda sempat terpikir, bagaimana membantu anak Anda menemukan bakat/potensi terbaik dalam dirinya?
Pernahkah Anda terpikir, mengapa anak Anda mudah hilang semangat, kecewa, putus asa, mudah lupa apa yang baru dipelajari, sulit konsentrasi dan tidak fokus saat belajar,
serta kurang percaya diri?

Temukan jawabannya di seminar ini...
Ya, dalam seminar ini kami akan berbagi Inspirasi, Motivasi dan Teknik Belajar berkesan untuk kemajuan putra-putri terbaiknya.

Apa yang akan dipelajari?

 ·      Menguasai 7 Teknik Motivasi Diri untuk Belajar.
·      Mengetahui 3 Rahasia dan 3 Sumber Keyakinan Diri.
·      Menguasai Teknik Belajar yang EFEKTIF & BERKESAN
·      Mengusai 7 Teknik Mudah INGAT apa yang Dipelajari.
·      Mengetahui 7 Tanda Anda akan Gagal dalam STUDI.

PROGRAM INI TERSEDIA DI 28 KOTA

Informasi Training di Kota Anda Hub:
0857-9435-3887                              Twitter: @AhmadInspira                Fb: Ahmad Inspira


Tip Praktis NLP#21 For Trainer: FOKUS – Bola Pingpong Terbang ke Gelas Aqua dan GOOOL

Tip Praktis NLP#21 For Trainer: FOKUS – Bola Pingpong Terbang ke Gelas Aqua dan GOOOL

Experiential Learning
Saat saya menghadiri sebuah pelatihan, saya sangatlah bosan jika si pembicara hanya menyampaikan pesannya secara verbal. Saya gak mudeng-mudeng, teman saya bilang kamu bolot he..he.. Tapi, begitu ada simulasi, permainan, bergerak secara fisik, maka sayapun menjadi sangat tertarik. Maklum saya sangat kinestetik.
Sejak saya memutuskan menjadi trainer publik bulan Juli 2002 lalu, saya selalu menyampaikan pesan pelatihan melalui permainan, simulasi, contoh, drama, bernyanyi dan sebagainya. Pokoknya seperti bermain (karena saya senangnya bermain dan tidak capek jelaskan teori he..he.. Bosan tauk, baik pesertanya maupun trainernya). Eh, tidak disangka ternyata peserta umumnya sangat senang dengan cara bermain ini dan proses belajarpun menjadi mudah karena sederhana dan menyenangkan. Tanganpun jadi ringan untuk memetik buah-buah makna pelatihan.
Saya belumlah terlalu paham dampak simulasi atau permainan dalam pelatihan, sampai suatu saat saya hadir di training New Code NLP di Kuala Lumpur tahun 2005 yang dibimbing oleh DR John Grinder, Co-Creator NLP. Pada pelatihan tersebut, Grinder banyak menyampaikan pesannya melalui Game. Setelah mencoba dan melatih beberapa game, saya bingung. Karena sepertinya terjadi suatu transformasi dalam diri saya, tapi saya tidak tahu. Setelah beberapa waktu, saya barulah paham bahwa manfaat sebuah permainan dalam sebuah pelatihan dapat membuat peserta merasakan perubahan diri. Sungguh luar biasa dampaknya.
No Copy Right, It”s Your Right to Copy My Ide.
Nah, khusus artikel yang berjudul “Tip Praktis NLP For Trainer” saya akan bagikan beberapa permainan yang saya temukan sendiri hasil dari observasi kehidupan sehari-hari. Permainan ini boleh Anda gunakan secara gratis dan bebas hak cipta untuk keperluan pelatihan Anda tanpa perlu membayar royalti dan sebagainya. No Copy Right, It”s Your Right to Copy My Idea.
Karena sering kali, saya sendiri mendapatkan ide ini secara tiba-tiba saja, saya yakin ide-ide “AHA” ini dari Hikmat Allah. Dan, karena Allah memberikannya secara cuma-cuma, rasanya naif sekali kalau hanya saya simpan sendiri saja atau saya jual untuk mendapatkan royalty. Saya takut sekali kalo saya jual ide tersebut dan Allah marah, sehingga Allah menyetop mengirimkan ide Nya kepada saya he..he..Maka, baiknya ide ini juga disebarluaskan secara cuma-cuma agar banyak orang yang bisa merasakan manfaatnya walau mungkin sangat sederhana. Anda cukup menyebutkan ke peserta pelatihan Anda bahwa permainan ini sumbernya dari Krishnamurti dengan alamat website: www.PortalNLP.com dan sudah diijinkan untuk dibagikan ke siapa saja, termasuk ke peserta.
Melengkapi, bukanlah Bersaing.
Seorang teman bertanya: “Kamu nggak takut membagikan ilmu yang kamu miliki secara gratis dan meluas di website? Kan, sekarang ini persaingan kian ketat di dunia training”. Saya malah balik bertanya: “Mengapa harus takut? Sederhana saja alasan saya, pertama saya tidak pernah melihat teman-teman sesama trainer sebagai saingan, saya hanya punya niat untuk melengkapi apa yang belum ada. Yang kedua, berbagilah mumpung Allah masih memberikan kita kesempatan untuk berbagi. Karena kita tidak tahu kapan kita dipanggil dan setelah itu kita tidak punya kesempatan lagi untuk berbagi, bukan?” Eh, maaf sebenarnya kita masih bisa berbagi sih saat meninggal nanti, yaitu berbagi organ tubuh kalau organ tubuh kita sehat dan baik he..he.. Kalo penyakitan? Itu mah, mindahin penyakit…kit.. kit…kit…
Juga, pengalaman hidup saya selama ini, semakin banyak saya berbagi ide, maka semakin banyak saja ide-ide baru datang menghampir saya, entah dari mana saja. Jadi, kalau begitu: “Mengapa harus takut berbagi, saudaraku?” Ada juga yang kembali bertanya: “Tetapi, kan ada saja orang yang jahat pada kita?” Saya hanya menjawab: “Biarkan saja. Toh, sudah dibuat oleh Allah hukum alamnya yakni siapa yang menabur, maka dialah juga yang menuai. Hidup ini sederhana, bukan?”
Menjelaskan & Merasakan Kata FOKUS
Baiklah, berawal dari 5 bulan lalu, saya mencari ilham untuk menjelaskan kata FOKUS, sebuah kata yang sangat penting untuk menjadi berhasil dalam hidup ini, sebuah kata yang mudah dikatakan dan juga sederhana untuk dijelaskan, namun sungguh sulit mengajak peserta merasakannya. Outcome (tujuan) saya waktu itu adalah melalui permainan FOKUS ini peserta bisa merasakan sendiri perubahan energi dalam dirinya sebelum bermain dan setelah bermain, sehingga diharapkan peserta akan menjadi berubah setelah mengikuti pelatihan ini. Ide lainnya adalah agar pesertapun bisa melakukannya di rumah atau mengajarkannya kepada orang lain seperti bawahannya, termasuk anak-anak dirumah.
Outcome ini membuat saya cukup lama berdiam diri, bermeditasi, berkeliling masuk keluar kampung dan akhirnya tiba-tiba “AHA” muncullah sebuah ide sederhana yang bisa dimainkan oleh setiap peserta pelatihan yakni melempar bola pingpong ke gelas aqua yang kosong. Sejak itu, saya selalu membawakan permainan ini di kelas-kelas pelatihan saya baik untuk menjelaskan makna kata FOKUS atau hanya untuk memindahkan STATE dari kondisi yang mungkin mulai adem ayem ke kondisi yang segar kembali dengan berbagai aplikasi lainnya, terserah kebutuhan saja. Baiklah, saya akan bagikan permainan yang sederhana dan sangat bermakna tersebut kepada khalayak umum, khususnya Anda yang ber-profesi sebagai Trainer, Guru, Dosen, Pembimbing atau profesi apapun.
Perlengkapan yang diperlukan untuk setiap peserta:
1. Gelas plastik Aqua yang kosong.
2. Bola pingpong atau cukup kertas yang diremas-remas sampai membentuk bulatan sebesar bola pingpong. Baik sekali jika gunakan bola pingpong yang berwarna oranye dibanding warna putih karena memudahkan mata untuk melihatnya.
Cara bermain:
1. Peserta diminta memilih pasangan sebagai teman latihan.
2. Setiap peserta mendapat 1 gelas plastik Aqua yang kosong dan 1 buah bola pingpong.
3. Peserta A diminta memegang gelas plastik Aqua pada posisi menghadap B, boleh dibuat posisi miring 45 derajat.
4. Peserta B mengambil ancang-ancang jarak bisa dimulai 1 meter, lalu dibuat menjauh 2 meter, 3 meter sampai misalnya 10 meter dari peserta A. Atur saja jarak lemparnya sesuai kebutuhan pelatihan, karena peserta akan merasakan manfaat yang berbeda-beda dan biarkan peserta yang menyimpulkan manfaat yang bisa mereka petik.
5. Dengan konsentrasi penuh dan terfokus pada tujuan, peserta B melemparkan bola pingpong ke gelas plastik Aqua yang dipegang oleh peserta B. Lakukan berkali-kali sampai mahir.
6. Lakukan permainan ini secara bergantian.
7. Baik sekali anjuran peserta untuk berteriak “GOOOL” sekeras mungkin, saat bola pingpong masuk ke dalam gelas Aqua. Karena kelas akan sangat ramai dengan teriakan berhasil “Goool” atau teriakan “Aaah!!!” karena bola pingpong hampir saja masuk ke dalam gelas Aqua. Sungguh suasana kelas yang sangat hidup.
Manfaat permainan ini:
1. Fokus
Peserta akan mengalami sendiri perasaan pentingnya fokus sebagai kunci mencapai kesuksesan. Karena semakin kita fokus pada impian kita, semakin cepat pula kita mencapai apa yang kita inginkan. Alam bawah sadar peserta akan menangkap pesan ini dengan sangat baik, tanpa perlu disimpulkan oleh trainer. Ingat, kata-kata sangatlah terbatas dan pengaruh kata-kata dalam berkomunikasi hanyalah 7% saja, sebaiknya sebagai trainer kita hanya memberikan kata kunci saja. Biarkan peserta yang menyimpulkan dalam bahasa mereka sendiri.
2. Pindah State (Pindah Kondisi)
Setelah latihan untuk fokus, permainan ini sering saya ulang saat peserta mulai diserang rasa kantuk, sehingga setelah 5-10 menit latihan, keadaan fisik dan emosi peserta kembali segar dan siap melanjutkan pelatihan. Khusus kelas pelatihan untuk terapi, saya membagikan pengalaman bagaimana memfokuskan energi ke tangan kanan, lalu memindahkan energi tersebut ke bagian tubuh klien kita yang sakit tanpa perlu menyentuh langsung ke bagian yang sakit tersebut.
Untuk manfaat “Rasa Perhatian” yang tulus, misalnya untuk Customer Service, perbedaan rasa akan terasa sekali di tangan kanan (tangan yang dipakai untuk melempar bola pingpong) sebelum bermain dan setelah bermain, saya biasanya meminta peserta melakukan salaman ke beberapa peserta sebelum bermain dan merasakan perbedaannya setelah peserta bermain. Ada perbedaan rasa yang cukup signifikan.
Tentu akan banyak lagi manfaat dan pengoptimalan permainan ini, silahkan Anda gali dan maknai sendiri sesuai tujuan pelatihan yang akan Anda berikan. Misalnya: Visualkan dulu impian peserta dan masukan gambar impiannya secara imajiner ke dalam gelas Aqua tersebut, lalu fokuskan pikirkan telah mencapainya, setelah itu lempar bola pingpong menuju ke impiannya tersebut dan minta peserta tersebut berbagi apa perasaanya saat bola pingpong tersebut masuk ke dalam gelas Aqua tersebut. Juga apa rasanya saat gagal?
Kesan dan manfaat lain yang bisa Anda dapatkan atau temukan dari permainan ini selain dari yang saya tuliskan di artikel ini, kalau Anda berkenan mohon dibagikan di kolom komentar atau boleh langsung email saya di: krishnamurti@indo.net.id. Selamat bermain dan having FUN yaaa!
Krishnamurti
NB: Oh ya, jika permainan ini dapat memberikan manfaat untuk Anda, tolong bagikan permainan ini juga kepada saudara-saudara trainer, Guru, pembimbing atau saudara kita lainnya, khususnya para trainer yang baru mulai merintis usaha sebagai trainer muda.