MPG V1

MPG V1

Preview Dokumen PDF – Kertas A4

Ukuran: A4 (210 × 297 mm)
Marketing Plan Canvas Generator
Praktikum Manajemen Pemasaran
πŸ“‹ Praktikum Aktif
Real-time
πŸ‘¨‍🏫
Dosen Pengembang
Ghaling Achmad Abdul Ghonisyah
M.M., CMA., CDMP.
Isi setiap seksi → lihat canvas terupdate secara real-time → unduh PDF A4
✍️

Form Input Marketing Plan

Klik judul seksi untuk buka/tutup
Progress Pengisian0%
πŸ“Œ Identitas Mahasiswa & Produk
Nama Mahasiswa
NIM / Kelas
Nama Produk / Merek
Tanggal Praktikum
1. Executive Summary
πŸ’‘ Tips: Ringkas situasi perusahaan, tujuan, dan rencana tindakan (3–5 kalimat).
Ringkasan Situasi & Tujuan (max 300 kata)
2. Situation Overview
Customers (Pelanggan)
Collaborators (Kolaborator)
Competitors (Pesaing)
Context (PEST)
3. Goal (Tujuan)
Primary Goal
Market Objectives (customer, collab, company, competitive)
4. Strategy: Target Market
Target Customers
Collaborators
Company
5. Strategy: Value Proposition
Customer Value Proposition
Collaborator Value Proposition
Company Value Proposition
6. Tactics (Marketing Mix 7P)
Product
Service
Brand
Price
Incentives
Communication
Distribution
7. Implementation
Resource Development
Offering Development
Commercial Deployment
8. Control
Performance Evaluation
Analysis of the Environment
9. Exhibits (Lampiran)
Data Riset & Informasi Tambahan
πŸ—Ί️

Marketing Plan Canvas Generator

Preview real-time jawaban Anda
Live
✍️

Mulai mengisi form di kiri
Canvas akan terupdate otomatis

Marketing Positioning Canvas

Marketing Positioning Canvas

Marketing Positioning Canvas

Modul Praktikum Manajemen Pemasaran Prodi Manajemen UNPER Tasikmalaya
Dosen Pengembang: Ghaling Achmad AGS, M.M., CMA., CDMP.

Identitas Mahasiswa

Komponen Positioning

Siapa segmen pasar spesifik yang dituju?

Masalah atau kebutuhan apa yang mereka miliki?

Nama Merek/Produk:

Kategori Produk:

Apa nilai unik atau manfaat utama yang membedakan?

Mengapa konsumen harus percaya pada klaim Anda?

Siapa kompetitor atau alternatif lain di pasar?

Marketing Positioning Canvas

Modul Praktikum Manajemen Pemasaran/Lab

Dosen Pengembang: Ghaling Achmad AGS, M.M., CMA., CDMP.

Nama Mahasiswa _______________________
NIM _____________
Kelas/Kelompok _________
Target Audience
Problem / Need
Brand & Category
Brand Name
Product Category
Point of Difference
Reason to Believe
Competitors / Alternatives

Final Positioning Statement



3 LANGKAH PRAKTIS MEMULAI BISNIS ONLINE (LANJUTAN)


Wah, ga bisa tidur nih!


Keasyikan bangun aset hehe... Yes, seharian ini merapihkan page info tiap-tiap aset yang pernah saya buat beberapa waktu yang lalu. Aset yang saya maksud adalah Fanpage ya, bukan bangunan, bukan tanah, gedung bertingkat apalagi... bukaannn. 

Malam ini keingetan ada tulisan saya yang belum tuntas alias bersambung. Baiklah pada kesempatan malam ini atas izin Allah akan saya coba tuntaskan.



Saya jadi penasaran, siapa aja yang masih bangun nih? Ngacung dong!
(Lihat jam, waktu menunjukkan pukul 01.00 WIB)


Beberapa hari yang lalu, kita sudah menyimak tahapan pertama dalam memulai bisnis online, masih inget kan? Yes, langkah pertama yang harus kita mulai adalah menentukan bidang bisnis online yang akan kita jalankan.

Ditahapan pertama ini, saya sarankan Anda untuk betul-betul dalam proses penentuannya. Mengapa agar tidak terlalu banyak berkelok-kelok menuju keberhasilan. Pepatah dari negeri tirai bambu, "Perjalanan 1000 langkah, dimulai dari langkah pertama yang benar".

Walaupun ada motivator atau inspirator yang mengatakan habiskan masa gagalmu selagi muda, ini bukan berarti Anda harus merencanakan kegagalan diawal dengan tidak sungguh-sungguh dalam menentukan bidang bisnis online yang akan Anda jalankan. Pesan habiskan masa gagal selagi muda harus dimaknai sebagai penyemangat untuk bangkit kembali saat Anda menemui jalan buntu dalam memulai bisnis.

sampai di sini jelas ya?!

Lanjut ke langkah kedua, Ciptakan sistem. Sistem di sini maksudnya adalah Anda membuat susunan alur kerja secara detail A to Z -nya, sehingga mudah  di duplikasi oleh tim Anda dalam pengerjaan nya, sekalipun Anda tidak ada di tempat usaha Anda. 

Pada langkah yang kedua ini apa yang harus Anda lakukan?
Kok kesannya gaya banget ya pake ciptakan sistem segala... Profitnya aja belum jutaan nih...

Saya mengutip pesan dari Tom MC Ifle, "Owner yang melakukan semuanya sendiri akan menghemat beberapa ratus ribu, tapi kehilangan kesempatan untuk mendapat MILIARAN RUPIAH".

Jlebb banget kan? makanya jangan semuanya dikerjain sendiri ya... capek!

Prinsipnya, kalo Anda sudah punya tim yang membantu Anda, buatlah susunan alur kerja yang detail A to Z nya beserta tupoksi masing-masing tim. Dan kalau Anda masih belum punya tim, langkah kedua ini bisa Anda aplikasikan dengan mendelegasikan pekerjaan-pekerjaan yang memang tidak perlu Anda sendiri yang harus mengerjakan, sehingga Anda bisa fokus menggarap calon prospek lain.

Dan terakhir, langkah ketiganya adalah, kembangkan bisnis Anda. 
Di tahapan ini katakanlah bisnis Anda sudah berjalan, kemudian kepikiran untuk mengembangkan sayap... Misalnya, yang tadinya kapasitas produksi per bulan 100 pcs, sedangkan permintaan 500 pcs per bulan. Berarti kurang 400 pcs, nah ini kan peluang, sepakat? Cek kas baru bisa nutup 200 pcs per bulan... Keinginan tinggi banget nambah kapasitas produksi supaya bisa nutup permintaan pasar. 

Nah, untuk mengembangkan bisnis Anda ini diperlukan sinergi dengan pihak lain.
Konsepnya sudah diatur dalam syariat Islam ya... Jangan sampai Anda terjebak dalam praktik riba saat ingin mengembangkan bisnis Anda. Tempuh jalan yang lebih menentramkan dan berkah, insya Allah. Anda bisa menempuh dengan cara Syirkah atau Mudhorobah. Apa arti dari kedua istilah tersebut? Cari tau sendiri ya... Bisa tanya sama Mang Google atau ga ada ruginya kalau Anda beli buku fiqih muamalah. :)

Nah, sederhananya seperti itu 3 langkah praktisnya. Sebagaimana yang saya sampaikan diawal, bahwa langkah praktis memulai bisnis online ini berbasis pada sumber daya yang melekat pada diri kita sendiri. Keahlian apa yang kita miliki, lalu keahlian itu kita kemas dan kita tawarkan kepada market, terjadi transaksi dan kita mendapat profit.

Sekian, semoga bermanfaat. Selamat mencoba!







3 Langkah Praktis Memulai Bisnis Online

"Internet adalah Salah Satu Cara untuk Mengatakan Selamat Tinggal Pada Kemiskinan"

Percaya atau tidak kalimat tersebut memang benar adanya. Anda bisa cari tahu sendiri, sudah berapa banyak orang khususnya di Indonesia yang hidupnya menjadi lebih baik dari sebelumnya setelah memanfaatkan internet dengan bijak dan tepat. Berapa banyak orang yang telah bergeser paradigma berpikirnya dalam memandang dan menjalani sebuah karir. Mereka sudah tidak lagi bergantung pada keinginan untuk bekerja di sebuah perusahaan, namun mereka lebih memilih untuk bahagia, kaya dan mulia dari usaha online-nya, yang notabene lebih menjanjikan. 

Memang nggak mudah membangun karir bisnis online, tapi nggak rumit-rumit juga. 

Mengutip Twitnya Coach Dedy Dahlan (Passion Coach), Bisnis Online adalah pilihan bisnis modal kecil yang bisa dimulai saat ini juga, untuk siapapun.

Lalu muncul pertanyaan, bagaimana cara berbisnis online?

Sebelum memulai, pastikan niat Anda sudah lurus. Sehingga sepanjang proses yang akan ditempuh dengan cara yang baik dan hasil akhirnya pun menjadi baik.

Sederhananya, ada 3 langkah praktis memulai bisnis online. Langkah-langkah ini berbasis pada sumber daya yang ada pada diri kita masing-masing. Adapun langkah-langkah praktis tersebut, anatara lain:

Pertama, Tentukan Bidang Bisnis Online yang akan Anda jalankan.
Karena kita menggunakan pendekatan berbasis sumber daya yang ada pada diri kita, maka cara Anda menentukan bidang bisnis ini adalah dengan cara mendefinisikan keahlian apa yang paling Anda kuasai, lalu bisa Anda tawarkan untuk memenuhi kebutuhan market/permintaan pasar.
Misalnya, Anda ahli dalam membuat membuat desain kaos. Kira-kira ide apa yang bisa Anda lakukan sehingga bisa menjadi lahan bisnis online Anda? 

Iyes, Anda bisa membuat paket desain kaos premium katakanlah 1 paket terdiri dari 100 desain kaos premium. Kemudian Anda beri harga, misalnya 1 paket desain tersebut dibanderol dengan harga 100 ribu rupiah.

Anda bisa hitung sendiri, berapa income Anda kalau terjual 5 paket/hari? Lalu berapa kalo 30 hari? Gurihhhhnya....

Gimana cara jualnya? 

Banyak marketplace atau platform yang bisa membantu Anda dalam memasarkan produk karya Anda, jangan khawatir... Jalan saja dulu, nanti akan ketemu jalan-jalan lainya. :)

[Bersambung...]





1 HAL PENTING YANG HARUS ANDA TEMUKAN


"DUA HARI PALING PENTING DALAM HIDUP ANDA ADALAH HARI KETIKA ANDA DILAHIRKAN DAN HARI KETIKA ANDA MENGETAHUI ALASAN KENAPA ANDA DILAHIRKAN". (Mark Twain)


Beberapa minggu yang lalu saya membeli sebuah buku bergizi yang ditulis oleh salah satu Mentor saya, beliau adalah Coach Indra. Beliau dikenal sebagai Business Innovator. Kontribusinya dalam pembangunan sumber daya insani di negeri ini sudah tidak perlu ditanyakankan lagi, amat besar kontribusinya.

Judul buku yang beliau tulis adalah RISE above the CROWD, Panduan 5 Langkah Menangkan Persaingan dan Naik Kelas Paling Tinggi. 

Saya ingin mengajak pembaca untuk merenungkan kembali hal ini. Bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan keunikan masing-masing. Keunikan tersebut menjadikan kita menjadi istimewa dan berbeda dengan yang lainnya. Namun pada saat kita berada di dalam sebuah kerumunan, keunikan itu pun lenyap. Keistimewaan itu pun nampak samar bahkan tak terlihat, karena setiap orang yang berada di dalam kerumunan akan terlihat sama, sulit dibedakan dan tidak menarik untuk dibahas.

Mungkin beberapa hal ini adalah yang dirasakan oleh kita, merasa hidup ini hanya jalan ditempat, bahkan kita merasa hidup ini hanya berputar-putar tidak jelas hendak bergerak kemana. Sebagai karyawan mungkin Anda merasa kesempatan untuk mengembangkan karir tidak kunjung datang. Sebagai pengusaha bisa jadi Anda merasa sulit dalam menemukan peluang sehingga bisnis Anda  terus-terusan dalam kondisi statis.

Pada kesempatan ini, saya akan mengajak Anda untuk bersama-sama menemukan 1 hal penting dalam hidup kita agar bisa naik kelas paling tinggi. Sebagaimana yang ditulis oleh Mentor saya dalam buku RISE above the CROWD. Yaitu, DEFINISAKAN TUJUAN ANDA.

Anda bisa saksikan di sekeliling Anda, ada orang yang begitu bergairah menjalani hari-harinya. Namun Anda juga melihat ada orang yang  kurang bergairah. Atau Anda juga bisa melihat ke dalam diri Anda sendiri, termasuk yang manakah Anda?.

Friedrich Nietzsche pernah berkata, "Orang yang memiliki sesuatu yang diperjuangkan di dalam hidupnya, akan mampu memikul beban apapun juga". 

Ini memiliki arti, ketika Anda sudah menemukan TUJUAN untuk Naik Kelas Paling Tinggi, maka energi akan bertambah dan fokus akan menjadi lebih tajam, Anda akan memiliki tenaga ekstra untuk berjuang menuju puncak tertinggi.

Temukan dan definisikan TUJUAN Anda, lalu lihat dan rasakan kekuatan apa yang akan menghampiri Anda. 



Be an EXPERT in Your Own Life (1)


Jika seekor anak kura-kura diuji untuk kemampuan berlarinya maka Anda akan segera menilai anak kura-kura tersebut sebagai anak bodoh dan dungu di sepanjang hidupnya.

Tapi jika yang Anda uji adalah kemampuannya dalam menjelajah dan mengarungi samudera yg luas hingga ribuan mile jauhnya dan sanggup kembali ketempat asalnya untuk berkembang biak, maka Anda akan terkagum-kagum oleh kamampuannya dan tanpa sadar akan berujar " Sungguh Luar Biasa" dan "Sangat Jenius" !!!

Begitulah sistem pendidikan kita yang ada di dunia ini, yang justru menguji anak-anak dibidang yang menjadi kelemahan mereka dan bukan kelebihannya, sehingga sepertinya lebih banyak anak-anak dungu yang telah di Ciptakan Tuhan ketimbang anak-anak yang Jenius.

Albert Einstein
Jenius Dunia dibidang Fisika Quantum

Sumber: Homeschooling Cinta Anak

Ayolah, berjuang sedikit lagi, pasti berhasil!


Kemuliaan kita yang paling besar bukan karena kita tidak pernah jatuh, melainkan karena kita bangkit setiap kali kita jatuh.
Tidak peduli betapa baik Anda membuat perencanaan dan betapa baik Anda melaksanakan rencana, Anda mau tidak mau akan akan bertemu dengan kekecewaan, kesulitan dan kegagalan di sepanjang jalan menuju kemenangan ahir Anda.
Kesulitan merupakan sesuatu yang memungkinkan Anda mengembangkan bakat terpendam dan keberanian dalam diri Anda. Kesulitan adalah guru yang paling baik. Ia akan menguji Anda dan membuat Anda lebih kuat. Akan tetapi Anda harus tekun dan tidak menyerah.
Selama Anda tahu akan ada saat ketika Anda akan gagal, maka Anda akan tahu bahwa gagal hanya bagian dari proses. Anda cukup melangkah dan memperjuangkannya lagi, tidak peduli apapun. Ketika Anda berfikir situasi tidak akan pernah berubah, berjuanglah sedikit lagi, maka itulah saat ketika perubahan ahirnya datang.
“Tidak ada di dunia ini yang mampu mengalahkan ketekunan.Termasuk bakat; lihat betapa tidak ada yang lebih umum selain orang-orang gagal yang memiliki bakat. Termasuk otak yang cemerlang; orang cerdas bukan siapa-siapa dan hampir selalu ada di sekitar kita. Pun bukan taraf pendidikan; dunia ini penuh dengan orang-orang berpendidikan yang hidup tidak layak. Hanya ketekunan dan tekad yang memiliki kekuatan tak terbatas” — Calvin Coolidge, Presiden Ke 30 Amerika Serikat.
Ketika dulu waktu saya sekolah SMP, saya diberi tugas oleh guruku untuk memecahkan sebongkah batu dengan martil berukuran sedang. Kupukuli ratusan kali, batu itu hanya ‘rompal’ sedikit saja. Kupukuli terus dengan martil, tak juga mau pecah. Sampai akhirnya aku menyerah dan lapor sama guruku, bahwa aku menyerah…..
Lalu, dengan senyum yang khas, guruku mengambil martil itu dari tanganku, dan brak..brak..brak….
Hanya dengan beberapa pukulan saja, batu itu pecahlah sudah. Aku kira, hebat banget nih pak Guru ku…sakti !!
Lalu, dengan gaya khas seorang guru, dikembalikannya martil itu padaku sambil bilang gini:
“Nak, coba kalau kamu pukul beberapa kali lagi batu itu, pasti sudah kau pecahkan sendiri. Pukulanmu yang sebelumnya telah membuat Bapak dengan mudah memecahkan batu itu. Sayang, bagian suksesnya malah kau berikan ke Bapak, padahal dari tadi kamu yang telah susah payah”
Wusssss……bagai disiram air rasanya.
Hingga samapi hari ini aku akan selalu ingat, jika tujuanmu belum kau dapatkan, BERJUANGLAH SEDIKIT LAGI!!!
Ya, sedikit pukulan lagi saja!

Sumber: www.kampungwirausaha.com

Inspirasi Wirausaha: Rasulullah Menyuruh, “JUAL-lah!”, Bukan Bekerjalah Pada si Fulan


Ini mungkin terluput dari perhatian kita, bahwa Rasulullah lebih memerintahkan kita menjadi pedagang dari yang lainnya. Gak percaya? Simak aja kisah berikut:
Jadi pedagang itu mulia dan perintah Rasulullah. Pernah tau kan kisah seorang pemuda yang meminta-minta kepada rasulullah, lalu rasul menyuruhnya menjual pakaian hangat yang dimilikinya untuk dibelikan kapak?
Kata Rasulullah, “Saudara, terimalah uang ini. Lalu yang satu dirham kamu belikan makanan dan segera kamu berikan kepada keluargamu di rumah, sedangkan yang satu dirham lagi belikan sebuah kampak, dan bawalah ke sini segera.”
Lelaki itu segera menuruti perintah Rasulullah Saw dan menyerahkan sebuah kampak yang belum ada tangkainya kepada beliau. Kampak itu beliau terima lalu dibuatkan tangkai (gagang). Setelah tangkai terpasang, kampak itu beliau serahkan kepada lelaki  tadi seraya bersabda,
“Sekarang carilah kayu bakar dan JUAL-lah ke pasar! Dan ingat, jangan sekali-kali datang menghadapku sebelum lima belas hari!”
Coba kita perhatikan, mengapa Rasulullah menyuruh pemuda itu untuk mencari kayu lalu menjualnya? Bukankah secara logika akan lebih mudah bagi rasulullah untuk merekomendasikan saja anak muda ini ke salah seorang sahabatnya yang kebanyakan pengusaha kaya itu untuk bekerja pada mereka?
Mengapa Rasulullah tidak mengatakan, “Ini, pergilah ke si Anu, sampaikan surat ‘sakti’ ini padanya dan kamu akan diterima sebagai karyawannya.”
Ya, Rasulullah lebih suka menyuruh anak muda itu untuk jadi pedagang atau berwirausaha dibanding merekomendasikannya untuk bekerja pada orang lain.
Berjualan itu pekerjaan spiritual
Berjualan itu pekerjaan spiritual
Mari kita renungkan: JUALLAH!! Kata rasulullah…bukan LAMARLAH Pekerjaan ke si A…..
Jadi, banggalah dengan profesi wirausaha anda, meski sekarang belum besar dan hebat.
Karena Rasulullah lebih memerintahkan pemuda untuk jadi pedagang dibanding yang lain.
Semangaaattttt………….
=============================
Kisah lengkapnya seperti ini:
Dikisahkan oleh Anas bin Malik ra, pada suatu hari datanglah seorang lelaki dari kalangan Anshar menghadap baginda Nabi saw untuk meminta pekerjaan.
Maka baginda Nabi bertanya kepada-Nya,”Hai Fulan, apakah kamu memiliki sesuatu di rumah?”
Orang itu menjawab,”Betul ya Rasulullah, di rumah, saya memiliki sebuah hil (pakaian tebal).”
Kemudian dia berkata lagi, “Sebagiannya saya pakai dan sebagian lainnya saya jadikan sebagai alas tidur. Selain itu, saya juga memiliki sebuah bejana tempat air minum.”
Kemudian Rasulullah berkata, “Bawalah benda itu kepadaku.”
Kemudian lelaki itu mengambilnya dan diserahkan kepada Nabi Saw.
Beliau menerimanya, lalu melelang benda itu kepada sahabat-sahabat yang kebetulan hadir seraya bersabda,”Siapa yang mau membeli dua benda ini.
Seorang sahabat menyahut,”Saya membelinya dengan harga satu dirham.”
Beliau menawarkan lagi, “Siapa berani lebih tinggi?”
Beliau mengucapkan kalimat ini sampai dua tiga kali.
Baru setelah itu ada sahabat lain menyahut,”Ya Rasulullah, saya bersedia membelinya dengan harga dua dirham.”
Maka Rasulullah menghampiri sahabat tersebut, lalu kedua benda itu diserahkan kepadanya, dan uang pembayarannya pun beliau terima.
Selanjutnya beliau memberikan uang itu kepada lelaki tadi seraya bersabda,”Saudara, terimalah uang ini. Lalu yang satu dirham kamu belikan makanan dan segera kamu berikan kepada keluargamu di rumah, sedangkan yang satu dirham lagi belikan sebuah kampak, dan bawalah ke sini segera.”
Lelaki Anshar itu segera menuruti perintah Rasulullah Saw dan menyerahkan sebuah kampak yang belum ada tangkainya kepada beliau. Kampak itu beliau terima lalu dibuatkan tangkai (gagang). Setelah tangkai terpasang, kampak itu beliau serahkan kepada lelaki Anshar tadi seraya bersabda,
“Sekarang carilah kayu bakar dan juallah ke pasar! Dan ingat, jangan sekali-kali datang menghadapku sebelum lima belas hari!”
Kemudian pergilah lelaki Anshar itu untuk mencari kayu bakar. Selanjutnya kayu-kayu yang berhasil memperoleh uang sebanyak sepuluh dirham. Uang itu dibelikan pakaian, makanan, dan keperluan lainnya. Lalu dengan perasaan girang dia menghadap Nabi dan melaporkan apa yang telah diperolehnya sekarang. Maka beliau pun turut bersyukur seraya bersabda,
“Ini lebih balk bagimu daripada meminta-minta, itu akan mencoreng wajahmu kelak pada hari kiamat. Dan meminta-minta dibenarkan kecuali pada tiga golongan. Pertama, orang yang benar-¬benar miskin. Kedua, orang yang terlilit utang. Ketiga, orang yang dibebani tebusan besar.” (HR Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah).

Diadaptasi dari sebuah sumber: www.kampungwirausaha.com